DIDIT NUGROHO
12210003
4EA15
Etika Bisnis, Membangun Kepedulian dalam Lingkungan Masyarakat
Saat ini, mungkin ada sebagian masyarakat yang belum
mengenali apa itu etika dalam berbisnis. Bisa jadi masyarakat beranggapan bahwa
berbisnis tidak perlu menggunakan etika, karena urusan etika hanya berlaku di
masyarakat yang memiliki kultur budaya yang kuat. Ataupun etika hanya menjadi
wilayah pribadi seseorang. Tetapi pada kenyataannya etika tetap saja masih
berlaku dan banyak diterapkan di masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu, perlu
pemahaman mendalaman mengenai etika bisnis dalam masyarakat agar perbedaan
dalam beretika berbisnis mempunyai tujuan yang yaitu memenuhi segala yang
dibutuhkan oleh sesama pelaku bisnis.
Contoh kasus di dalam negeri, kita
diingatkan oleh Freeport dengan perusakan lingkungan. Masyarakat dengan mata
kepala sendiri menyaksikan tanah airnya dikeruk habis. Sehingga dampak dari
hadirnya Freeport mendekatkan masyarakat dari keterbelakangan. Kalaupun
masyarakat menerima ganti rugi, itu hanyalah peredam sesaat, karena yang
terjadi justru masyarakat tidak banyak belajar dari usahanya sendiri.
Masyarakat terlena dengan ganti rugi tiap tahunnya, padahal dampak jangka
panjangnya sungguh luar biasa. Masyarakat akan semakin terpuruk dari segi
mental dan kebudayaannya akan terkikis. Juga dalam beberapa tahun ini, tentunya
kita masih disegarkan oleh kasus lumpur Lapindo. Kita tahu berapa hektar tanah
yang terendam lumpur, sehingga membuat masyarakat harus meninggalkan rumahnya.
Mungkin bisa jadi ada unsur kesengajaan di dalamnya. Demi peningkatan profit
yang tinggi, ada hal yang perlu dikorbankan, tentunya tidak lain masyarakat itu
sendiri. Kita juga masih ingat akan kasus Teluk Buyat yang menyebabkan
tercemarnya lingkungan tersebut. Yang cukup menghebohkan mungkin kasus
Marsinah, seorang buruh yang memperjuangkan hak-haknya, tetapi mengalami
peristiwa tragis yang membuat nyawanya melayang.
Dalam
beberapa contoh kejadian di atas dapat mengingatkan bahwa kejadian ini menjadi
cermin bahwa etika perlu ditegakkan agar setiap akibat dalam bisnis tidak
berdampak buruk terhadap lingkungan masyarakat maupun masyarakat itu sendiri dan
bersama-sama memupuk kerjasama yang selaras antar pelaku bisnis.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar